Postingan

NODA-NODA DI JENDELA

    Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, (Ef. 3:18)     "Bu, lihat, indah sekali langit senja di luar sana.” Ujar Melinda sembari memandang ke luar melalui jendela kaca. Bu Agus mengikuti arah pandangan Melinda. Namun kemudian ia mengerutkan keningnya, sembari mendekati jendela. Rupanya, ada noda-noda di jendela kaca itu. Bu Agus menggosok-gosok noda-noda itu dengan punggung tangannya, sambil mengomel tentang asisten rumah tangga yang tidak mengerjakan tugasnya dengan baik.   Melinda memandangi ibu mertuanya itu lalu menghela napas. “Ibu… ibu….” keluhnya pelan, “Ibu sibuk dengan noda-noda di jendela, sehingga tidak melihat keindahan di luar sana.”   Sahabat Jelita, banyak orang yang bersikap seperti Bu Agus pada saat mereka diperhadapkan pada kasih Allah.   Mereka sulit sekali memahami kasih Allah, karena pandangan mereka be...

RUNTUHKANLAH TEMBOK ITU!

Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: “Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."  (Yoh. 21:17)   Sejak peristiwa itu, yakni ketika Melinda mendengar dari tetangga nya kata-kata buruk Bu Agus tentang dirinya, Bu Agus telah meminta maaf dan mengakui kesalahannya.   Namun, semenjak itu, seperti ada tembok tinggi di antara mereka.   ibu mertuanya itu seperti menarik diri dan menghindari Melinda.   Melinda tahu, bahwa harus ada di antara mereka yang meruntuhkan tembok itu.   Itu tidak mudah. Tapi juga ia sadar bahwa kemungkinannya bukan Bu Agus yang akan melakukannya sendiri.   Maka suatu malam, Melinda menguatkan hati dan mengajak Bu Agus untuk duduk dan bicara.   Malam ...

MENGAPA KITA HENDAKNYA MENERIMA PENGAMPUNAN?

Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus. (Flp. 1:6)     Bu Agus menyesal telah mengatakan hal yang buruk mengenai Melinda, sehingga anak menantunya itu merasa terluka. Ia telah menyadari kesalahannya dan meminta maaf. Akan tetapi, walaupun Melinda sudah memaafkannya, namun Bu Agus tetap merasa tidak enak hati kepada Melinda. Maka ia “menjaga jarak” dengan Melinda. Bu Agus tidak bisa lagi duduk-duduk mengobrol dengan Melinda.    Apabila Melinda ada di dapur, Bu Agus tidak akan masuk ke dapur. Bila ia duduk di teras dan Melinda datang, tak lama kemudian Bu Agus akan masuk ke dalam rumah. Bu Agus tahu Melinda tidak marah lagi. Ia tahu Melinda telah mengampuninya. Namun, sebenarnya ia yang tidak dapat mengampuni dirinya sendiri.         Marilah kita mengingat-ingat, adakah peristiwa yang dulu sangat menyak...

Yang Merusak Pekerjaan Baik

"Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.” Tetapi Tuhan menjawabnya: “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.” (Luk. 10:39b-42) Melinda sangat senang sejak Bu Agus ada. Ibu mertuanya itu selalu bangun pagi-pagi, menyiapkan sarapan, dan membantunya mengurus anak-anak, sebelum Melinda dan suaminya berangkat kerja pagi-pagi.   Tapi suatu hari itu, Melinda mendengar dari tetangganya bahwa Bu Agus mengeluhkan Melinda. Katanya, Melinda tidak menjalankan tugasnya sebagai ibu dan memperlakukannya sebagai PRT, Pembantu rumah tangga. Mendengar itu Melinda merasa sangat kecewa. Keluhan Bu Agus itu telah melukai hatinya. Sebelumnya, ia m...

Jika Tidak Dikerjakan Lagi

"Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir," (Filipi 2:12) Mimi sangat gembira, ketika Susan memberinya hadiah berupa bibit pohon tomat di dalam pot mungil berwarna merah. Susan berpesan agar ponakan kecilnya itu menyiraminya setiap pagi dan sore. Hari-hari pertama Mimi masih patuh, ia mengerjakannya dengan penuh semangat. Tetapi kemudian Mimi mendapat hadiah boneka dari pamannya. Mimi lalu asyik dengan bonekanya dan melupakan tanamannya. Ketika Mimi teringat dan menegoknya, pohon itu ternyata sudah layu dan kering. Apa pun yang tidak dikerjakan lagi, cepat atau lambat akan mati, atau hilang, atau terlupakan. Termasuk juga keselamatan, yang dianugerahkan oleh Tuhan kita Yesus Kristus. Anugerah berarti sesuatu yang diberikan dengan cuma-cuma. Namun, hanya karena itu cuma-cuma, bukan berarti k...

POSTINGAN RECEH!

Gambar
Mengapa ada banyak mimpi kita yang tidak tercapai?  Karena kita suka menunda-nunda. Mengapa kita suka menunda-nunda? Karena kita ingin langsung mengerjakan yang besar.  Akibatnya, kita akan seperti berdiri di depan sebuah gunung.  Rasanya kita terlalu kecil, gunung itu terlalu tinggi untuk kita daki. Melelahkan! Mustahil kita capai! Langkah Pertama adalah yang Tersulit “Seribu langkah dimulai dengan satu langkah kecil“ demikian kata pepatah kuno.  Tidak ada orang yang hanya bermalas-malasan, yang hanya menunggu peluang muncul di depan matanya, menunggu disuapin, menunggu pertolongan besar datang, lalu tiba-tiba..... tadaaaamm... dia melakukan lompatan besar. Tidak ada! Apa yang orang sebut sebagai “sebuah lompatan besar”, yang kita lihat adalah lompatan besarnya saja.  Kita melihatnya hanya ketika lompatan besar itu sudah terjadi.  Kita tidak melihat ratusan bahkan mungkin ribuan lompatan-lompatan kecilnya.  Kita tidak melihat jatuh bangunnya dia sebel...