NODA-NODA DI JENDELA

  

Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus,

(Ef. 3:18)

 

 

"Bu, lihat, indah sekali langit senja di luar sana.” Ujar Melinda sembari memandang ke luar melalui jendela kaca.

Bu Agus mengikuti arah pandangan Melinda.

Namun kemudian ia mengerutkan keningnya, sembari mendekati jendela.

Rupanya, ada noda-noda di jendela kaca itu. Bu Agus menggosok-gosok noda-noda itu dengan punggung tangannya, sambil mengomel tentang asisten rumah tangga yang tidak mengerjakan tugasnya dengan baik.

 

Melinda memandangi ibu mertuanya itu lalu menghela napas.

“Ibu… ibu….” keluhnya pelan, “Ibu sibuk dengan noda-noda di jendela, sehingga tidak melihat keindahan di luar sana.”

 

Sahabat Jelita, banyak orang yang bersikap seperti Bu Agus pada saat mereka diperhadapkan pada kasih Allah.

 

Mereka sulit sekali memahami kasih Allah, karena pandangan mereka berfokus pada semacam noda-noda.

Noda apakah yang paling sering menghalangi orang dari pandangan akan kasih Allah?

Kekhawatiran, amarah, dan iri hati.


Itulah noda-noda yang paling sering menghalangi pandangan orang akan kasih Allah. 


Orang yang khawatir akan ini dan itu, orang yang memendam kemarahan,

dan iri hati terhadap kelebihan orang lain, akan sulit sekali melihat kasih Allah di dalam kehidupannya.

 

Rasul Paulus sedang dipenjara, ketika ia menuliskan ayat ini.

Ia dipejarakan bukan karena melakukan kejahatan, melainkan karena ia dilarang mengabarkan Injil Yesus Kristus. 

 

Namun itu tidak membuatnya khawatir akan hidupnya,

dia tidak dipenuhi kemarahan, atau merasa iri terhadap siapa pun.

 

Ia tetap dapat melihat dengan jernih betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya

kasih dan pemeliharaan Tuhan di dalam kehidupannya.

 

Dapatkah kita pun melihat dan memahami betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus di dalam kehidupan kita?  

 

 

DOA:

 

Bapa di Surga, ajarlah kami melihat betapa indahnya dan luar biasanya kasih-Mu, walau di dalam segala kelemahan dan keterbatasan-keterbatasan kami. Amin. 

 

Saya Sri Masiang.

Semoga Anda dapat melihat kasih Allah dengan jernih hari ini.


*Renungan ini bisa juga Anda simak dalam bentuk video di Channel YouTube di sini 👈