RUNTUHKANLAH TEMBOK ITU!

Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: “Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku." (Yoh. 21:17)

 

Sejak peristiwa itu, yakni ketika Melinda mendengar dari tetangga nya kata-kata buruk Bu Agus tentang dirinya,

Bu Agus telah meminta maaf dan mengakui kesalahannya.

 

Namun, semenjak itu, seperti ada tembok tinggi di antara mereka.

 

ibu mertuanya itu seperti menarik diri dan menghindari Melinda.

 

Melinda tahu, bahwa harus ada di antara mereka yang meruntuhkan tembok itu.

 

Itu tidak mudah. Tapi juga ia sadar bahwa kemungkinannya bukan Bu Agus yang akan melakukannya sendiri.

 

Maka suatu malam, Melinda menguatkan hati

dan mengajak Bu Agus untuk duduk dan bicara.

 

Malam itu mereka bicara, walau dengan air mata berderai-derai.  

Namun, pembicaraan itu seperti telah meruntuhkan tembok di antara mereka.

 

Semenjak itu hubungan mereka pulih kembali.

 

 

Sahabat jelita, Tuhan mengenal sifat manusiawi kita ini:

 

bahwa orang yang berdosa itu akan cenderung untuk bukannya mencari pengampunan, melainkan persembunyian.


Hal serupa terjadi kepada Petrus, setelah ia menyangkal Yesus.

 

Karena merasa bersalah, dan mungkin ditambah perasaan malu dan menyesal, Petrus pun pergi menyendiri.

Seperti ada tembok yang memisahkan dirinya dengan murid-murid lainnya.


 

Bahkan ketika murid-murid bergembira karena kabar tentang Yesus yang telah Bangkit, hal itu malah membuat Petrus semakin menjauh.

 

Sampai kemudian, Yesus yang bangkit datang dan berbicara kepadanya.

 

Pertanyaan Tuhan Yesus apakah engkau mengasihi-Ku,

bukan karena Dia tidak tahu.

Tuhan Yesus tahu betapa Petrus mengasihi-Nya.

 

Pertanyaan itu adalah palu untuk meruntuhkan tembok itu.

 

Dan benar, tembok pun itu akhirnya runtuh.


Hal yang sama Tuhan lakukan kepada kita.


Dia datang ke dalam dunia untuk meruntihkan tembok-tembok dosa kita

Untuk menebus kita dan memulihkan hubungan kita dengan Allah. 


Dia ingin kita percaya akan kasih-Nya itu

agar kita menjalani hidup kita dengan bebas dan penuh sukacita.

 

 

Berdoa:

 

Bapa di Surga, berilah kami kerendahan hati untuk memulai tindakan memperbaiki suatu hubungan yang retak.

Sama seperti Engkau dengan sabar dan lemah lembut selalu memanggil kami dan menyatakan kasih dan pengampunan-Mu setiap hari. Amin.

 

 

Saya Sri Masiang.

Semoga Anda terbebas dari sebuah tembok pembatas hari ini.



Renungan ini bisa juga Anda simak dalam bentuk Video di Channel YouTube di sini 👈