MENGAPA KITA HENDAKNYA MENERIMA PENGAMPUNAN?
Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.(Flp. 1:6)
Bu Agus menyesal telah mengatakan hal yang buruk mengenai Melinda, sehingga anak menantunya itu merasa terluka.
Ia telah menyadari kesalahannya dan meminta maaf.
Akan tetapi, walaupun Melinda sudah memaafkannya, namun Bu Agus tetap merasa tidak enak hati kepada Melinda.
Maka ia “menjaga jarak” dengan Melinda.
Bu Agus tidak bisa lagi duduk-duduk mengobrol dengan Melinda.
Apabila Melinda ada di dapur, Bu Agus tidak akan masuk ke dapur.
Bila ia duduk di teras dan Melinda datang, tak lama kemudian Bu Agus akan masuk ke dalam rumah.
Bu Agus tahu Melinda tidak marah lagi.
Ia tahu Melinda telah mengampuninya.
Namun, sebenarnya ia yang tidak dapat mengampuni dirinya sendiri.
Marilah kita mengingat-ingat, adakah peristiwa yang dulu sangat menyakitkan, namun sekarang sudah kita lupakan?
Atau adakah orang-orang yang dulu berbuat kesalahan terhadap kita, namun sekarang kita bahkan bisa menceritakannya tanpa merasa sakit lagi?
Mungkin kita heran dan bertanya-tanya, bagaimana mungkin itu bisa terjadi?
Mengingat betapa sakitnya atau marahnya kita pada waktu itu?
Sebenarnya, itulah salah satu anugerah kasih Tuhan
yakni kita dimampukan untuk melupakan dan mengampuni.
Sayangnya, banyak orang yang sebenarnya luka hatinya sudah sembuh
hanya saja dia terus mengorek-ngorek luka masa lalu itu
dan tidak mau memberi atau menerima pengampunan.
Padahal ini adalah satu anugerah dari Tuhan buat kita.
Tuhan ingin kita mengampuni, karena kita pun butuh diampuni.
Dan Tuhan ingin kita belajar mengampuni orang lain, agar kita pun dapat menerima, ketika kita diberi pengampunan.
Dan dari pengalaman hubungan kita dengan sesama,
kita dapat memahami pengampunan yang dianugerahkan Allah Bapa melalui Yesus Kristus.
Mengapa ini penting?
Sebab hanya apabila kita memahami dan menerima pengampunan Kristus,
kita dapat menjadi perpanjangan tangan Allah
untuk meneruskan pekerjaan-pekerjaan baik yang Allah lakukan di dalam dunia ini.
Doa:
Bapa di Sorga, kami pun ingin belajar mengampuni mereka yang telah menyakiti kami, dan belajar mengampuni diri kami sendiri. Agar kami mengerti akan pengampunan-Mu dan meneruskan pekerjaan-pekerjaan baik-Mu di dalam dunia ini. Amin.
Renungan ini bisa juga Anda simak dalam bentuk Video di Channel YouTube di sini 👈