Yang Merusak Pekerjaan Baik

"Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.” Tetapi Tuhan menjawabnya: “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.” (Luk. 10:39b-42)


Melinda sangat senang sejak Bu Agus ada. Ibu mertuanya itu selalu bangun pagi-pagi, menyiapkan sarapan, dan membantunya mengurus anak-anak, sebelum Melinda dan suaminya berangkat kerja pagi-pagi.   Tapi suatu hari itu, Melinda mendengar dari tetangganya bahwa Bu Agus mengeluhkan Melinda. Katanya, Melinda tidak menjalankan tugasnya sebagai ibu dan memperlakukannya sebagai PRT, Pembantu rumah tangga. Mendengar itu Melinda merasa sangat kecewa. Keluhan Bu Agus itu telah melukai hatinya. Sebelumnya, ia mengira ibu mertuanya itu melakukan semuanya karena kasih sayangnya kepada anak dan cucunya.  

 

Apa yang dikerjakan oleh bu Agus sebenarnya kita pun nilai baik, sampai kemudian kita mendengar keluhannya, bukan?   Barangkali begitu juga dalam kisah Marta dan Maria.   Apa yang dikerjakan Marta, sebenarnya baik, dan tidak dinilai lebih rendah daripada apa yang dikerjakan oleh Maria. Sampai kemudian ia mengeluhkan Maria.  

 

Apakah ini artinya kita dilarang mengeluh? Tidak. Bukan itu.  Ini bukan tentang keluhan.   Ini adalah tentang sikap hati yang disisipi dengan kesombongan bahkan mungkin kebencian yang secara sangat halus muncul ketika kita mengeluhkan apa yang dikerjakan atau apa yang tidak dikerjakan oleh orang lain.  

 

Jadi, bukan pekerjaan yang dipilih Marta yang dicela Tuhan, melainkan sikap hatinya. Yakni ketika dia ingin meninggikan dirinya dan mencoba menggunakan kekuasaan Tuhan untuk menyalahkan apa yang dilakukan Maria, saudarinya itu.   Dan tentu saja, Tuhan tidak mendukung sikapnya itu.   Maria sudah memilih bagiannya. Kamu pun, sudah memilih bagianmu, kata Tuhan.   Biarkanlah Maria dengan apa yang sudah dipilihnya. Dan kamu, kerjakanlah bagianmu dengan tulus dan setia.  

 

Nasihat yang sama juga berlaku buat kita. Hari ini.    

 

DOA:

 

Bapa di Surga, ampunilah kami bila kami suka mengeluhkan bagian apa yang dikerjakan oleh orang lain. Tolonglah, agar kami mengerjakan bagian kami dengan tulus dan hati yang gembira. Agar apa pun yang kami kerjakan menghasilkan buah yang baik.  Amin.    


 

Saya Sri Masiang. Semoga Anda mendapatkan berkat dari apa yang Anda kerjakan hari ini.


*Note: Anda juga bisa menyimak renungan ini lewat Video di ChannelYouTube di sini 👈