KEMATIAN adalah untuk KEHIDUPAN
Beberapa waktu yang lalu salah seorang sahabat saya meninggal dunia.
Walaupun hal itu sudah diperkirakan secara medis, karena penyakit yang dideritanya,
berita duka itu tetap saja sangat memedihkan, buat saya.
Terkenang-kenang pertemuan terakhir kami, ketika saya pulang ke Indonesia di tahun 2023 yang lalu,
yang itu adalah semacam perpisahan yang tak terucapkan di antara kami.
Dari kenangan bersama dia, bermunculan juga kenangan-kenangan tentang kedua orangtua saya yang juga telah berpulang.
Berhari-hari saya menangisi kepergian mereka
Serasa tidak percaya bahwa saya tidak akan pernah bertemu dengan mereka lagi.
Tidak akan pernah lagi.
---
Barangkali, memang kematian adalah kenyataan paling memilukan yang dialami oleh kita sebagai manusia.
ketika mendengar kabar kematian orang yang kita kasihi,
kita akan mengalami kepedihan dan rasa kehilangan yang tak terucapkan.
Tetapi sekaligus juga, kita akan menyadari bahwa akan datang saatnya giliran kita,
bahwa kita pun suatu hari nanti akan meninggalkan dunia ini.
Sobat Jelita, barangkali karena bayangan dan kenyataan tentang kematian itu begitu mendukakan,
dan sekaligus juga mungkin menakutkan, maka di dalam Alkitab,
ada banyak sekali kata-kata penghiburan Tuhan,
dan pengharapan akan kehidupan yang kekal.
Salah satu ayat Firman Tuhan yang memberikan harapan buat kita adalah perkataan Rasul Paulus yang berkata:
"Tetapi mungkin ada orang yang bertanya: Bagaimanakah orang mati dibangkitkan? Dan dengan tubuh apakah mereka akan datang kembali? Hai orang bodoh! Apa yang engkau sendiri taburkan, tidak akan tumbuh dan hidup, kalau ia tidak mati dahulu. (1 Korintus 15:36)
Firman Tuhan ini mengingatkan kita, nahwa Bagi kita, orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus, kita diberikan pengharapan bahwa kehidupan ini tidak berhenti pada titik kematian.
Kita memang akan mati, akan tetapi kita akan dibangkitkan sama seperti Kristus, dan bersama-Nya kita akan hidup dalam kekekalan.
Dengan kata lain: Kematian kita di dalam dunia ini adalah untuk kehidupan.
Kehidupan bersama Kristus.
Dengan mengingat ini, maka kita, orang-orang percaya kepada Yesus Kristus akan menghadapi kematian bukan dengan ketakutan melainkan dengan pengharapan.
Dan pengharapan itu memberikan kita penghiburan ketika menghadapi kematian orang-orang yang kita kasihi,
sekaligus suatu jaminan akan masa depan, supaya kita jangan takut, melainkan kita hendaknya menjalani hari-hari kehidupan ini dengan penuh sukacita.
Doa:
Bapa di Surga, terkadang kami takut dan gentar menghadapi kematian. Namun, kami percaya bahwa ketika tiba waktunya Engkau memanggil kami, itu adalah saat Engkau menganugerahkan kehidupan baru, yakni kehidupan yang kekal di dalam Tuhan. Amin.
Semoga Anda menikmati kehidupan hari ini.